Ayo bergabung bersama Kami, Komunitas Sehat Synergy!

Misi kami sangat sederhana, yaitu membantu Anda mendapatkan kesehatan berkualitas sekaligus memberikan kesempatan kepada Anda untuk membantu banyak orang menjadi lebih sehat. Sebuah misi mulia yang akan membuat dampak besar kepada hidup Anda dan lingkungan orang-orang yang Anda cintai. Saatnya Anda buat hidup Anda lebih bermakna dan bermanfaat buat hidup banyak orang.


Artikel Kesehatan

Obesitas Juga Bisa Berisiko Kanker Kulit

Menurut penelitian, sebuah gen yang terkait dengan obesitas dan makan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko melanoma ganas, yakni kanker kulit yang paling mematikan.

Para ilmuwan di Cancer Research UK, University of Leeds, menunjukkan bahwa orang yang memiliki variasi tertentu bentangan DNA pada gen FTO, yang disebut intron 8, cenderung berisiko lebih besar terkena melanoma.

Variasi perbedaan pada gen FTO, yang disebut intron 1, sudah dikenal sebagai faktor risiko genetik terpenting yang terkait obesitas dan makan berlebihan.

Varian gen ini terkait dengan Body Mass Index (BMI). Memiliki BMI tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit ginjal, kanker rahim (endometrium), dan banyak lagi.

Namun, penelitian baru yang diterbitkan di Nature Genetics ini adalah yang pertama kalinya mengungkapkan bahwa gen ini juga menjadi faktor penyakit melanoma, yang sebenarnya tidak terkait dengan obesitas dan BMI.

Para peneliti memeriksa sampel tumor di lebih dari 13.000 pasien melanoma dan hampir 60.000 orang dari seluruh dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTO memiliki peran yang lebih luas dari dugaan sebelumnya, karena bagian dari gen ini yang berbeda terlibat dalam berbagai penyakit.

“Ini adalah pertama kalinya kita mengetahui bahwa gen obesitas utama terhubung ke beberapa penyakit dan dikaitkan dengan melanoma. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan, apakah gen ini kemungkinan akan terkait dengan penyakit-penyakit lainnya?” ujar penulis studi Dr. Mark Iles, seperti dikutip Zeenews.com.

“Ini adalah temuan awal yang menarik. Jika dikonfirmasi dalam penelitian lebih lanjut akan berpotensi memberikan solusi baru dalam pengembangan obat melanoma,” tambah Dr. Julie Sharp. (jay)

DAPATKAN ARTIKEL KESEHATAN DAN DETOX GRATIS!